Mentari Sago berupa Berita, Karya Fiksi dan Non Fiksi berupa Artikel, Esai, Cerpen, Puisi dan lain-lainnya

Mentari Sago

Menulis dan Menginspirasi

Menulislah, dengan itu engkau akan meninggalkan jejak jejak sejarah

Tulisan ketika dibaca dan membawa perubahan padanya, akan bermakna besar akhirnya.

Bermimpilah

Jangan biarkan ucapan orang lain menjatuhkan mimpimu. Bungkam mulut mereka dengan prestasimu.

Pendidikan itu mengubah perilaku

Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan.

You don’t have to be great to start. But you have to start to be great.

Kamu tidak harus hebat untuk memulai. Tapi Anda harus mulai menjadi hebat.

Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi banyak orang

Kebaikan sekecil apapun akan mernakna besar bagi yang merasakannya.

Selasa, 11 Agustus 2026

Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini: Bukan Perkara Rumit, Asal Tahu Caranya

Catatan Muyati Umar

Menjadi orang tua di zaman sekarang memang terasa lebih "menantang" istilah gaulnya, sedikit rempong. Namun sesungguhnya, kerepotan itu tidak harus menjadi bagian tetap dari keseharian kita. Kuncinya sederhana: biasakan anak melakukan sendiri hal-hal yang sebenarnya sudah mampu ia kerjakan sejak usia dini.



Ada banyak hal kecil yang perlu dikenalkan kepada anak sejak awal. Justru hal-hal sepele inilah yang sering luput dari perhatian, padahal di situlah akar dari kerepotan kita sehari-hari. Jangan pernah meremehkan sesuatu yang tampak kecil, sebab bagi anak, itu adalah bentuk ekspresi mereka dalam menjalani aktivitas dan mengenal dunianya.

Tak jarang orang tua merasa kesal ketika si kecil enggan bermain bersama teman sebayanya tanpa didampingi. Padahal, kemandirian adalah keterampilan yang perlu dilatih sejak dini — dimulai dari hal-hal kecil dan kebutuhan pribadinya sendiri.

Di era serba cepat ini, banyak orang berharap segalanya bisa instan. Namun kemandirian tidak bekerja seperti itu. Memang bisa saja dipaksakan, tetapi hasilnya tak akan maksimal. Sebab pada hakikatnya, sesuatu yang "dimatangkan" sebelum waktunya justru akan menimbulkan masalah baru, bukan solusi.

Secara harfiah, mandiri berarti mampu memenuhi kebutuhan sendiri dengan seminimal mungkin bergantung pada orang lain. Anak yang mandiri akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya, tumbuh dengan percaya diri, dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan baik.

Para ahli dan psikolog banyak yang sepakat: kemandirian bisa  dan sebaiknya  dilatih sejak kecil. Namun untuk mewujudkannya, orang tua perlu memahami terlebih dahulu apa yang sesungguhnya dibutuhkan dan diinginkan anak, lalu memberikan pembiasaan secara konsisten.

Mandiri dan berani adalah dua karakter yang idealnya dimiliki setiap orang, tak terkecuali anak-anak. Lantas, bagaimana cara mendidik anak agar tumbuh mandiri sekaligus percaya diri untuk melakukan segala sesuatu sendiri? Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.

1. Kenalkan Anak dengan Dunia Luar

Kepribadian dan kebiasaan seseorang mulai terbentuk sejak usia dini. Karena itu, bangunlah rasa percaya diri anak sedini mungkin, jangan biarkan rasa takut terus membayangi dirinya hingga dewasa kelak.

Jika anak sering merasa malu, takut, atau enggan berbaur dengan orang-orang di sekitarnya, cobalah lebih sering mengajaknya bertemu orang baru. Di awal, mungkin ia akan merasa canggung dan tidak nyaman,  itu wajar.

Mulailah dari lingkup kecil, lalu perluas secara bertahap. Interaksi yang terbangun perlahan akan membuat anak semakin terbiasa dengan lingkungannya. Ajak ia bermain di taman pada sore hari, tempat biasanya banyak anak-anak seusianya berkumpul.

Cara ini, tanpa disadari, akan membantu anak agar tidak "kaget" saat kelak dihadapkan pada hal-hal baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.

2. Biarkan Anak Menentukan Pilihannya Sendiri

Keinginan untuk melakukan sesuatu idealnya tumbuh dari dalam diri seseorang. Anak yang mandiri biasanya tidak terlalu bergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan. Sebagai orang tua, kita tidak bisa terlalu memaksakan pilihan tertentu kepada anak, jika dipaksakan, ia justru akan merasa tidak nyaman, bahkan enggan menjalani kewajibannya dengan tulus.

Misalnya, ketika si kecil berkata, "Aku nggak mau masuk les hari ini kalau temanku nggak masuk," itu pertanda ia belum sepenuhnya siap menghadapi kewajibannya tanpa dukungan orang lain. Jangan buru-buru emosi.

Sebagai gantinya, dampingi dan berikan masukan atas pilihan yang akan diambilnya, sebuah cara mendidik anak agar berani menentukan keputusannya sendiri. Jelaskan sisi positif dan negatif dari setiap pilihan, agar ia belajar mempertimbangkan konsekuensinya.

3. Jadilah "Pelindung" bagi Anak

Sebagian anak tampak begitu mudah mencoba hal-hal baru dengan semangat yang membara. Namun tidak sedikit pula anak yang justru memilih mundur karena ragu, malu, atau takut gagal.

Dalam situasi seperti ini, tahan diri untuk tidak membentak anak karena "ketidakberaniannya". Wajar jika anak merasa tidak yakin menghadapi sesuatu yang masih asing baginya, entah itu berkenalan dengan orang baru, mencoba berenang untuk pertama kali, atau sekadar mencoba papan seluncur.

Tugas kita di sini adalah menjadi tempat berlindung yang membuatnya merasa aman. Temani ia hingga keberaniannya perlahan tumbuh. Berikan dukungan dengan kalimat hangat seperti, "Tuh, lihat, seru kan? Kamu beneran nggak mau coba? Ayah temani, ya," atau ungkapan lain yang mampu membangkitkan semangatnya.

4. Hargai Setiap Usahanya

Ketika si kecil mulai menunjukkan keberanian dan kemandirian sedikit demi sedikit, pastikan kita bersama seluruh keluarga  selalu memberikan apresiasi. Bahkan saat ia gagal sekalipun, jangan sampai hal itu memadamkan semangatnya untuk terus berkembang.

Tunjukkan kebahagiaan atas setiap usaha yang telah ia lakukan. Sekecil apa pun itu, apresiasi mampu membangkitkan semangat anak untuk terus maju dan mengembangkan sikap berani serta mandirinya.

Anak yang mandiri cenderung tidak terlalu bergantung pada orang tua dan tidak manja. Ia tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi, mampu berpikir solutif, memiliki tanggung jawab yang baik, dan tidak merepotkan orang di sekitarnya. Anak seperti ini juga jarang merengek dan tidak egois terhadap keinginannya sendiri.

Dari sinilah dapat disimpulkan: kemandirian adalah bekal berharga bagi kehidupan sosial anak di masa depan  dan karena itu, mendidik anak agar mandiri sejak dini menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

 

Puisi Aisyah Shofwah Hamidah "Langit Enggan Disebut Pagi"


aku dengar bumi berucap dengan suara serak

bukan dari kitab-kitab tebal yang diperdebatkan dalam bilik pendingin udara

tapi dari batuk seorang anak yang berulang terbangun menjelang subuh

mencari paru-parunya sendiri di antara kabut yang tak lagi suci

 

Gambar ilustrasi AI

halimun itu pernah kami kenal

dahulu ia turun tipis di atas sungai

membelai pucuk-pucuk rumput

mengantar nelayan pulang dengan doa

yang masih hangat terucap

 

kini ia datang membawa hangus

mengendap di seragam sekolah

terselinap disela jendela

menjadi langit abu-abu yang enggan disebut pagi

anak-anak Riau belajar mengeja kehilangan

sebelum mereka paham merangkai takdir

mengenakan penutup wajah

namun lupa rasa berlari tanpa sesak

 

aku tak sedang murka

“aku hanya letih”

lihat hutan-hutan gambut itu

tubuh tua dikeringkan perlahan

lalu kalian bakar

 

asap merambah ke atas langit

manusia menghitung kerugian angka-angka

tanpa sempat mengira

berapa banyak mimpi anak-anak yang ikut mengabu

 

aku bumi yang tak meminta insan menciumi kakiku

kenanglah aku sebagai rumah

tempat berpijak tanpa takut retak

udaranya dihirup tanpa curiga

menyedihkan bukan ketika api membakar rimba

melainkan manusia terbiasa melihatnya

kabar asap hanya jeda di antara pertunjukan singkat

suara terbatuk menggema tak lagi cukup keras

menggugah nurani orang dewasa

senyap tak ada bisikan

selain patahan-patahan batang

maka di malam kelam ini

 jika kau masih mampu menatap langit

membedakan awan dari asap

tak hanya terucap syukur

ingat bahwa terdapat tanah yang pernah menghitam

ada sungai yang menyimpan pantulan langit kelabu

 

anak-anak yang menulis cita-cita dengan mata pedih dan napas terbatas

kelak mereka bertanya,

"mengapa bumi tak lagi banyak bercerita?"

 

kemarikan telingamu dan dengarkan

di sebalik batuk yang tertahan

dalam hutan gambut menghembuskan bara

bumi masih memanggil nama tak untuk dihukum

bahwa mencintai tanah air tak cukup dengan nyanyian

tapi memastikan anak-anaknya

dapat menghirup takdir tanpa rasa sesak

 

Pekanbaru, Juni 2016

 

Aisyah Shofwah Hamidah
Mahasiswa Universitas Awal Bos 
Fakultas Kesehatan Program Studi Fisioterapi.

Zikir: Healing yang Sesungguhnya

 Penulis Aisyah Shofwah Hamidah (Mahasiswa Universitas Awal Bros) 

Dalam bahasa Arab, dawā' berarti obat. Bagi jiwa yang letih, salah satu obat terbaik adalah mengingat Allah.



Sering kali kita mengira bahwa ketenangan hanya bisa didapat dengan bepergian ke kota lain, berlibur ke luar negeri, atau menikmati berbagai hiburan. Padahal, jika hati masih kosong dari mengingat Allah, perjalanan sejauh apa pun belum tentu mampu menyembuhkan kegelisahan. Terlebih lagi jika perjalanan itu justru menambah beban pikiran karena harus memikirkan biaya atau hal-hal lainnya.

dalam Al-Qur'an pada surah Ar-Ra'd ayat 28 Allah telah mengingatkan, 

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah,  hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Ketika lisan basah dengan zikir, hati perlahan menjadi tenang, lapang, sehat, dan nyaman. Ada kedamaian yang tidak dapat dibeli dengan tiket perjalanan ataupun kemewahan dunia.

Healing yang sesungguhnya adalah ketika jiwa kembali dekat kepada Penciptanya, seperti memperbanyak zikir, memperbaiki salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan menghadiri majelis ilmu. Di sanalah hati benar – benar menemukan tempat pulang.

Lalu mengapa setelah berzikir hati terasa begitu damai? Karena saat kita berzikir, kita sedang menyelaraskan diri dengan seluruh ciptaan Allah. Langit, bumi, pepohonan, gunung, lautan, bahkan seluruh makhluk di alam semesta senantiasa bertasbih kepada-Nya sesuai dengan cara yang Allah kehendaki. Ketika kita ikut mengingat Allah, jiwa kembali kepada fitrahnya.

jika hari ini hati terasa lelah, jangan hanya mencari tempat untuk pergi. Carilah jalan untuk kembali kepada Allah.

Karena ketenangan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah hati dari lalai menjadi selalu mengingat Allah.

Senin, 27 Juli 2026

Bangga! Dua Srikandi Bulu Tangkis Siak Binaan PB Permata Perawang Tembus O2SN Nasional

PEKANBARU – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh bibit-bibit muda asal Kabupaten Siak. Dua atlet bulu tangkis putri andalan didikan klub PB Permata Perawang sukses menyegel tiket menuju Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Nasional. Keduanya akan mewakili daerah untuk berlaga di dua jenjang pendidikan berbeda, yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).



​Keberhasilan ini tergambar jelas dari senyum kebanggaan kedua atlet muda tersebut saat memamerkan piagam "Juara 1 Bulutangkis Putri". Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti nyata tingginya kualitas pembinaan atlet usia dini yang konsisten dan terarah oleh tim PB Permata Perawang.

​Pada kategori SD, tiket emas menuju nasional berhasil diraih oleh Iffa Hamda Sakhia. Siswi kelas 6 asal SD YPPI ini baru menginjak usia 11 tahun. Menariknya, Iffa diketahui baru bergabung dan mulai digembleng di PB Permata Perawang pada tahun 2024. Waktu persiapan yang terbilang singkat tersebut tidak menjadi halangan. Berkat bakat, tekad, serta porsi latihan yang tepat, Iffa melesat cepat menjadi juara dan siap menantang lawan-lawannya di tingkat nasional.

​Sementara itu, pada jenjang SMP, tongkat estafet prestasi diteruskan dengan sangat apik oleh Puan Dhia Faiha As (yang akrab disapa Diva). Siswi kelas 9 dari SMP 1 Satap Sungai Mandau ini telah mengasah kemampuannya di PB Permata Perawang sejak tahun 2021. Pengalaman latihan selama bertahun-tahun membuat atlet berusia 14 tahun ini tampil mendominasi dan sukses merengkuh gelar juara pertama di tingkat daerah.

​Menghadapi kancah nasional yang pastinya lebih ketat, Puan menunjukkan kedewasaan mental yang luar biasa. Ia menyadari bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup. Ke depannya, ia berharap bisa menampilkan permainan yang lebih bagus lagi, terutama dalam menjaga ketenangan dan tidak mudah terpancing emosi di lapangan. Target puncaknya sangat jelas: meraih Juara 1 O2SN tingkat nasional sekaligus memberikan kebanggaan terbesar bagi kedua orang tuanya.

​Keberangkatan Iffa dan Puan ke tingkat nasional bukan hanya sekadar membawa nama klub, melainkan juga membawa harapan besar bagi masyarakat Kabupaten Siak. Dukungan penuh dari orang tua, pelatih, sekolah, dan pemerintah daerah tentu menjadi bahan bakar utama bagi kedua atlet muda ini.

​Mari kita doakan agar Iffa dan Puan dapat tampil lepas, menunjukkan performa ketangkasan terbaiknya, dan kembali pulang membawa medali emas untuk Riau!


Penulis : Tim mentari 

Sabtu, 25 Juli 2026

"Ramai Dikunjungi, Naracipta Exhibition 2026 Jadi Bukti Geliat Seni di Pekanbaru"

 



Pekanbaru — Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam gelaran Naracipta Exhibition 2026, pameran seni yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Awal Bros Pekanbaru. Pameran yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, di Riau Creative Hub ini menampilkan karya ilustrasi, ilustrasi tradisional, dan fotografi dari lima belas seniman lokal.

Sejak dibuka pada pukul 09.00 WIB, pengunjung dari berbagai kalangan terlihat memadati lokasi pameran, mulai dari mahasiswa, pelajar, seniman, hingga masyarakat umum yang penasaran dengan karya-karya yang dipamerkan. Suasana pameran turut dimeriahkan dengan penataan ruang yang menonjolkan setiap karya, sehingga pengunjung dapat menikmati detail dan cerita di balik masing-masing karya seni.

Dok. DKV Awal Bros

Salah satu pengunjung, Mulyati Umar, seorang penulis yang turut hadir dalam pameran ini, mengungkapkan kesannya terhadap karya-karya yang ditampilkan. Ia menilai bahwa setiap karya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri yang membuatnya menarik untuk diamati satu per satu. "Karya yang dipajang unik dan punya ciri tersendiri. Keren pokoknya," ujarnya. Mulyati turut menanyakan apakah terdapat seniman cilik yang ikut ambil bagian dalam pameran ini, mengingat semangat berkarya yang ditampilkan terasa begitu segar dan penuh energi.

Pertanyaan tersebut mencerminkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap regenerasi seniman di Pekanbaru, sekaligus menjadi catatan menarik bagi panitia penyelenggara untuk terus membuka ruang bagi kreator dari berbagai kalangan usia pada kesempatan berikutnya.

Naracipta Exhibition 2026 sendiri menghadirkan karya dari lima belas kreator terpilih, di antaranya Muhammad Fahri Ramadhan, Elvin Afriliansyah Nasution, Quinsha Zhafira Shelomitha, Hanni Hashifah, Syahda Zada Raissa, Nur Izzah Ashyllah, Afif Rahman Al-ula, Wardah Ibnatis Tsaniyah, Hayyus Septyanti, Zulkhairi, Alissa Kamila Mayza, Callista Septiani Putri, Yuki Callista Patricia, Eisha Badiyya, dan Almizan Ramadhan. Ragam karya yang ditampilkan menunjukkan keberagaman gaya, mulai dari ilustrasi digital dengan sentuhan modern, ilustrasi bergaya tradisional yang kental akan unsur budaya, hingga karya fotografi yang menonjolkan momen dan makna mendalam.

Apresiasi terhadap terselenggaranya Naracipta Exhibition 2026 juga datang dari Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Awal Bros, Bobi Handoko, SKM., M.Kes. Beliau menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan lancar, terlebih merupakan event perdana yang digagas oleh HIMA DKV. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa dalam mengelola sebuah kegiatan berskala publik.

"Saya sangat mengapresiasi HIMA DKV atas terselenggaranya event ini dengan sangat baik. Semoga ke depannya HIMA DKV bisa membuat event yang lebih besar dan lebih meriah lagi," ujar Bobi Handoko.

Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa DKV untuk terus berinovasi dan mengembangkan kegiatan-kegiatan serupa dengan skala yang lebih luas, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung perkembangan seni dan kreativitas di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Naracipta Exhibition 2026 diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang terus memberikan ruang apresiasi bagi karya kreatif, sekaligus mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan komunitas seni di Kota Pekanbaru.

Jumat, 24 Juli 2026

Naracipta Exhibition 2026: Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Awal Bros Pekanbaru Selenggarakan Pameran Karya Kreatif

 



Pekanbaru — Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Awal Bros Pekanbaru akan menggelar pameran seni bertajuk Naracipta Exhibition 2026. Kegiatan ini digagas sebagai ruang apresiasi bagi karya-karya kreatif di bidang ilustrasi, ilustrasi tradisional, dan fotografi yang dihasilkan oleh para kreator terpilih.



Pameran tersebut akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu hingga Minggu, 25–26 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Lokasi kegiatan bertempat di Riau Creative Hub, Pekanbaru, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya alias gratis.

Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa, pelajar, seniman, hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap dunia seni dan kreativitas. Panitia penyelenggara berharap pameran ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karya para kreator muda sekaligus menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan seni dan desain di Kota Pekanbaru.

Dalam pelaksanaannya, pengunjung akan diajak menikmati beragam karya visual yang dipamerkan, mulai dari ilustrasi digital, ilustrasi bergaya tradisional, hingga karya fotografi yang menonjolkan sisi estetika dan makna di baliknya. Panitia juga mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga maupun rekan guna merasakan langsung pengalaman seni yang inspiratif dari acara ini. Fauzan sebagai ketua panitia mengharapkan antusias masyarakat untuk hadir dan melihat karya seni para pemula. 

Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan Naracipta Exhibition 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi @naracipta.exhibition.

Senin, 06 Juli 2026

Wisellin Alexia dari Stella Gracia School Pekanbaru Sukses Raih Mahkota Utama Dara Belia Riau 2026

PEKANBARU, 6 Juli 2026 — Malam puncak pemilihan Dara Belia Riau 2026 yang digelar secara spektakuler di Hotel Mutiara Merdeka pada Minggu malam (5/7) menjadi saksi bisu lahirnya bintang baru. Wisellin Alexia, siswi kebanggaan Stella Gracia School Pekanbaru, berhasil keluar sebagai Pemenang Utama (Winner) Dara Belia Riau 2026, mengalahkan deretan finalis terbaik dari berbagai sekolah di seluruh penjuru Provinsi Riau.
Dok Pribadi Wisellin Alexia



Penampilan Wisellin malam itu tak terbendung. Dengan perpaduan pesona, kecerdasan, dan kepercayaan diri yang luar biasa, ia berhasil memukau dewan juri dan seluruh hadirin. Perjalanannya menuju puncak tidaklah mudah, namun ia membuktikan kapasitasnya dengan melangkah pasti melewati setiap tahapan eliminasi yang menegangkan.

Langkah gemilang Wisellin dimulai saat ia berhasil mengamankan posisi di Top 15. Aura kebintangannya semakin bersinar ketika ia melaju ke babak Top 6, menjawab tantangan dewan juri dengan tenang, lugas, dan penuh wibawa. Klimaks dari malam penganugerahan tersebut terjadi di babak penentuan Top 3. Melalui advokasi, visi, serta jawaban Q&A yang luar biasa tajam dan inspiratif, Wisellin berhasil menaklukkan hati juri dan resmi dinobatkan sebagai pemenang nomor satu Dara Belia Riau 2026.

"Kemenangan ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda Riau, khususnya dari Stella Gracia School, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan yang cerdas dan berbudaya," ujar salah satu perwakilan pendukung yang hadir.

Keberhasilan Wisellin Alexia membawa pulang mahkota bergengsi ini tidak hanya mengharumkan namanya sendiri, tetapi juga mencetak prestasi emas bagi Stella Gracia School Pekanbaru di kancah provinsi. Sebagai Dara Belia Riau 2026 yang baru, Wisellin kini mengemban tugas mulia untuk menjadi wajah pariwisata, budaya, dan inspirasi bagi generasi muda di Provinsi Riau selama satu tahun ke depan.

Selamat kepada Wisellin Alexia!

#WisellinAlexia #stellagracia #DaraBeliaRiau2026



Minggu, 05 Juli 2026

Semangat Belajar Tak Mengenal Usia, Sekolah Lansia Aisyiyah Kota Pekanbaru Resmi Dibuka

Pekanbaru, 4 Juli 2026 – Semangat belajar sepanjang hayat tampak nyata dalam pembukaan Program Sekolah Lansia yang diselenggarakan Daycare Lansia Aisyiyah Kota Pekanbaru di Universitas Muhammadiyah Riau, Sabtu (4/7). Program yang merupakan unggulan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat ini menjadi wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, tangguh, produktif, dan berdaya di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dok. Daycare Lansia  Aisyiyah Pekanbaru


Pelaksanaan angkatan pertama disambut antusias oleh masyarakat. Sebanyak 45 lansia berhasil mengikuti program ini dengan rentang usia mulai dari 60 tahun hingga peserta tertua berusia 84 tahun. Tingginya minat masyarakat bahkan menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang belajar bagi lansia semakin besar. Meski telah memasuki usia senja, para peserta hadir dengan penuh semangat, mengikuti setiap sesi kegiatan dengan wajah ceria dan antusias. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan perdana, mencerminkan bahwa semangat menimba ilmu tidak pernah dibatasi oleh usia.

Program Sekolah Lansia akan berlangsung selama 12 kali pertemuan, mulai Juli hingga September 2026. Selama mengikuti pembelajaran, peserta akan memperoleh berbagai materi yang mendukung peningkatan kualitas hidup lansia, baik dari aspek kesehatan, spiritual, sosial, maupun kemandirian. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi peserta, seluruh lansia yang menyelesaikan program akan mengikuti prosesi wisuda pada akhir kegiatan.

Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Pekanbaru, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Pekanbaru.

Ketua Daycare Lansia Aisyiyah Kota Pekanbaru, Mulyati, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada BKKBN Pusat yang telah mempercayakan Aisyiyah sebagai penyelenggara Sekolah Lansia. Menurutnya, kehadiran program ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

"Melalui Sekolah Lansia, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna. Lansia tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bersosialisasi, menjaga kesehatan, meningkatkan kepercayaan diri, dan tetap aktif berkarya di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujarnya.

Kepala DPPKB Kota Pekanbaru, Dr. Khairani, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen mendukung pelaksanaan Sekolah Lansia karena memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini program serupa telah berjalan di tiga kecamatan dan diharapkan terus berkembang menjangkau lebih banyak lansia.

"Belajar tidak mengenal usia. Pemerintah ingin para lansia tetap sehat, produktif, tangguh, dan berdaya sehingga dapat terus menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat," ungkapnya.

Dekan Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau, Dr. Santoso, turut menyambut baik kerja sama yang terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah, dan Aisyiyah. Ia berharap prosesi wisuda peserta Sekolah Lansia nantinya dapat dilaksanakan bersamaan dengan wisuda mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, sebagaimana harapan Rektor. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi simbol bahwa pendidikan merupakan hak setiap orang dan proses belajar berlangsung sepanjang hayat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Pekanbaru, Risna Juita, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program Pimpinan Pusat Aisyiyah yang bekerja sama dengan BKKBN Pusat untuk memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat lanjut usia. Melalui sinergi berbagai pihak, Aisyiyah berharap program ini mampu melahirkan lansia yang lebih sehat, mandiri, aktif, dan berdaya, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mewujudkan kesejahteraan lansia yang berkelanjutan.

Bakti Sosial dan Seminar Penguatan Layanan Fisioterapi di FKTP Se-Sumatra

Dumai, 4 Juli 2026 – Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMAFIS) Universitas Awal Bros turut berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Sosial dan Seminar Penguatan Layanan Fisioterapi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Se-Sumatra yang diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Kota Dumai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan fisioterapi di fasilitas kesehatan primer sekaligus mempererat kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi profesi, dan instansi pemerintah.

Dok. Himafis UAB


Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Pengurus Daerah Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Provinsi Riau, Wakil Ketua Pengurus Daerah IFI Provinsi Riau, Wasekretaris Jenderal Pengurus Pusat IFI, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, serta perwakilan BPJS Kesehatan yang menjadi narasumber dalam seminar.

Dari Universitas Awal Bros, hadir Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Awal Bros, Dr. Agus Salim, S.Kep., M.Si., Ketua Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi, Alfitri Yana Yunita, SST.Ft., M.Fis., serta Sekretaris Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi, Sherly Mutiara, S.ST., M.Kes. Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa dan peningkatan mutu pelayanan fisioterapi.

Rangkaian acara dipandu oleh Fauzan Agus Santoso, yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) sekaligus menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Awal Bros. Acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sumatra.

Selain seminar ilmiah, kegiatan juga dirangkaikan dengan bakti sosial sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara akademisi, organisasi profesi, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan fisioterapi yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Awal Bros dalam kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan semangat mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pengembangan profesi fisioterapi dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Selasa, 30 Juni 2026

SPI dan Komunitas Mulai Menulis Indonesia Pekanbaru Kunjungi Rumah Baca Mentari Sago: Membangun Jejaring, Menguatkan Kolaborasi Literasi


Pekanbaru, 29 Juni 2026 — Si Paling Informasi (SPI) bersama Komunitas Mulai Menulis Indonesia (KMMI) Cabang Pekanbaru menggelar kunjungan silaturahmi ke Rumah Baca Mentari Sago pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem literasi melalui sinergi antarkomunitas.

Dokumentasi Rb Mentari Sago


Kunjungan yang berlangsung penuh keakraban ini dipimpin langsung oleh Ketua KMMI Cabang Pekanbaru, Mohd. Bahaudin Iksan, M.Pd. Kehadiran dua komunitas tersebut disambut hangat oleh Founder Rumah Baca Mentari Sago Mulyati Umar, yang memberikan sambutan yang hangat serta membuka ruang diskusi yang bermakna bagi seluruh peserta.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar pengalaman, berbagi gagasan segar, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Diskusi yang berlangsung dengan semangat dan antusias mencerminkan betapa kuatnya tekad para pegiat literasi untuk terus bergerak bersama.

"Kolaborasi selalu menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan yang lebih besar. Kami percaya bahwa literasi akan berkembang lebih kuat ketika dibangun melalui kebersamaan, inovasi, dan semangat saling mendukung," ujar perwakilan SPI dalam kunjungan tersebut.

Rumah Baca Mentari Sago sendiri telah dikenal sebagai salah satu ruang belajar yang berdedikasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Kehadiran SPI dan KMMI Pekanbaru memperkuat harapan akan lahirnya berbagai program kolaboratif yang dapat memperluas jangkauan gerakan literasi di Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dari rangkaian kolaborasi positif yang mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi Indonesia. Sebagaimana diyakini bersama, setiap kolaborasi adalah awal dari lahirnya ide-ide besar, dan setiap langkah kecil hari ini dapat menjadi perubahan besar di masa depan.

Mari terus bergerak, berjejaring, dan bertumbuh bersama.

#mentarisago

Membanggakan Riau! Aleea Keysha Zulkarnain Raih Gelar Puteri Pelajar Indonesia Inovasi & Teknologi 2026

 PEKANBARU, 30 Juni 2026 – Aleea Keysha Zulkarnain, siswi sekaligus Ketua OSIS Stella Gracia School (SGS) Pekanbaru, berhasil mengharumkan nama Provinsi Riau dengan menembus jajaran bergengsi Top 8 Puteri Pelajar Indonesia 2026 sekaligus meraih gelar Puteri Pelajar Indonesia Inovasi dan Teknologi 2026.

Dokumentasi pribadi Aleea Keysha Zulkarnain

Gelar prestisius ini selaras dengan rekam jejak Aleea di kancah riset internasional, di mana ia merupakan peraih Gold Medal dan Best Invention di ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 dan 2026.

Dalam kompetisi nasional ini, Aleea tampil memukau lewat advokasi unggulannya, #ProjectBRAVE. Gerakan ini memotivasi para pelajar untuk berani keluar dari zona nyaman dan menggali potensi inovasi di era digital. Dengan mengusung prinsip servant leadership, Aleea menekankan bahwa generasi muda harus bergerak lebih dari sekadar menjadi penolong biasa, melainkan menjadikannya wadah untuk berkontribusi dengan cinta.

"Saya sangat bersyukur atas dukungan keluarga, SGS Pekanbaru, dan masyarakat Riau. Gelar ini serta pengalaman riset internasional saya akan didedikasikan untuk memperluas dampak #ProjectBRAVE dan membuat Riau bangga” ungkap Aleea.

Pencapaian ini turut menegaskan komitmen Stella Gracia School Pekanbaru dalam mencetak siswa berprestasi komprehensif, mulai dari akademik, inovasi teknologi tingkat dunia, hingga kepemimpinan nasional. Ke depannya, Aleea diharapkan terus menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia untuk berani berinovasi dan berkarya.

#ProjectBRAVE #stellagracia

Kamis, 18 Juni 2026

Mantap Melangkah ke Puteri Pelajar Indonesia 2026, Aleea Keysha Zulkarnain Bawa Kampanye ProjectBRAVE dan Inovasi "Eco-Aerosorb" ke Diskominfotik Riau

 PEKANBARU — Persiapan menuju ajang bergengsi Puteri Pelajar Indonesia 2026 semakin matang bagi Aleea Keysha Zulkarnain. Siswi berprestasi asal Stella Gracia School Pekanbaru yang secara resmi terpilih mewakili Provinsi Riau ini baru saja memenuhi undangan khusus dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau. Kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga momen bagi Aleea untuk tampil dalam program podcast resmi dinas, berbagi kisah inspiratif, serta menggalang dukungan dari pemerintah daerah.

Dalam sesi podcast tersebut, sosok pemudi yang juga aktif berorganisasi ini memaparkan secara mendalam mengenai advokasi utamanya yang bertajuk #ProjectBRAVE. Gerakan ini digagas Aleea dengan misi mulia untuk mendobrak rasa takut dan keraguan yang sering menghinggapi anak muda. Melalui #ProjectBRAVE, Aleea ingin menginspirasi generasi muda, khususnya di Riau, agar memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal baru dan tidak ragu mengambil setiap peluang positif demi meraih mimpi. Menurutnya, keberanian adalah fondasi paling krusial yang harus dimiliki pelajar masa kini untuk bisa bersaing dan menemukan potensi terbaik dalam diri mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Foto Aleea Keysha Zulkarnain

Tidak hanya mengandalkan visi sosial, Aleea turut membuktikan kapasitas intelektualnya sebagai inovator muda. Di hadapan pihak Diskominfotik, ia menceritakan perjalanan penelitian sainsnya yang sukses menembus kancah internasional hingga berhasil membawa pulang medali emas. Penelitian membanggakan tersebut berfokus pada inovasi yang diberi nama "Eco-Aerosorb", sebuah terobosan cerdas yang mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan. Prestasi akademik kelas dunia ini mengukuhkan sosok Aleea sebagai representasi pelajar berwawasan global yang mampu memberikan solusi nyata melalui ilmu pengetahuan.


Kehadiran Aleea Keysha Zulkarnain disambut hangat dan mendapat apresiasi positif dari jajaran Diskominfotik Provinsi Riau. Dengan perpaduan sempurna antara rekam jejak kepemimpinan, kecerdasan melalui inovasi "Eco-Aerosorb", serta semangat pemberdayaan pemuda lewat #ProjectBRAVE, Aleea diyakini tidak hanya siap bersaing memperebutkan mahkota Puteri Pelajar Indonesia 2026, tetapi juga telah menjadi sosok pahlawan inspirasi (role model) yang sesungguhnya bagi seluruh pelajar di Indonesia.


#ProjectBRAVE  #AleeaKeyshaZulkarnain 

#stellagracia  #putripelajarIndonesia2026 

Selasa, 16 Juni 2026

Daycare Lansia Aisyiyah Kota Pekanbaru Resmi Luncurkan Sekolah Lansia

 


Pekanbaru, Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke-109, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pekanbaru melalui Daycare Lansia resmi meluncurkan Program Sekolah Lansia. Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Aisyiyah terhadap pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup lansia.



Acara dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah, pemerintah daerah, akademisi, organisasi perempuan, serta mitra strategis yang selama ini mendukung program Daycare Lansia. Peluncuran Sekolah Lansia menjadi bukti nyata peran Aisyiyah dalam menghadirkan layanan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Wakil Rektor I UMRI, Prof. Dr. Jufrizal Syahri, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan Aisyiyah Kota Pekanbaru. Dalam sambutannya, ia berharap Aisyiyah terus berkembang dan mampu memperluas kiprahnya hingga ke tingkat internasional. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Aisyiyah yang telah mempercayakan UMRI sebagai lokasi penyelenggaraan Milad dan peluncuran program tersebut.

Mewakili Wali Kota Pekanbaru, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Syamsuir, SH., M.IP., hadir sekaligus meresmikan Program Sekolah Lansia. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan Daycare Lansia dan seluruh program yang dijalankannya. Menurutnya, Aisyiyah telah menunjukkan kontribusi nyata dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para lansia.

Ketua Daycare Lansia PDA Kota Pekanbaru, Mulyati Umar, M.Pd., menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan program nasional yang telah berjalan selama satu tahun di bawah naungan Majelis Kesejahteraan Sosial Aisyiyah. Program ini dirancang untuk memberdayakan lansia agar tetap aktif, sehat, produktif, dan bermartabat dalam menjalani masa tuanya.



Ia menambahkan, pelayanan Daycare Lansia dilaksanakan melalui lima pilar utama, yaitu edukasi, keagamaan, sosial, kesehatan, dan rekreatif. Kelima pilar tersebut menjadi fondasi dalam membangun lansia yang sehat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial.

Ketua PDA Kota Pekanbaru, Risna Juita, dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat sinergi dan semangat pengabdian demi kemajuan organisasi. Sementara itu, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekanbaru, Afandi, menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama dalam membentuk karakter generasi penerus.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA), Susi Herlinda, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan Aisyiyah daerah. Menurutnya, kekuatan Aisyiyah terletak pada ranting-ranting yang menjadi ujung tombak gerakan dan pelayanan masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, peluncuran Sekolah Lansia ini diharapkan menjadi model pemberdayaan lansia yang inspiratif dan berkelanjutan. Program ini sekaligus mempertegas peran Aisyiyah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan berkeadilan.